Kamis, 30 November 2017

Selasa, 
18 Juli 2017


Akuntansi Keuangan

Rumus-rumus Laporan Keuangan

RUMUS-RUMUS LAPORAN KEUANGAN

Laporan Keuangan
Rumus-Rumus Laba-Rugi
1.   Laba/Rugi Usaha = Total Pendapatan Usaha – Total Beban Usaha
2.   Laba/Rugi di Luar Usaha = Total Pendapatan di Luar Usaha – Total Beban di Luar Usaha
3.   Laba/Rugi Sebelum Pajak = Total seluruh pendapatan – Total seluruh beban
4.   Laba/Rugi Setelah Pajak = Laba/Rugi Sebelum Pajak – Pajak
5.   Laba/Rugi Bersih = Total Pendapatan - Total beban - Pajak
Rumus-Rumus Modal
A1.   Modal Akhir = Modal Awal + Laba Bersih – Prive
A2.   Modal Awal = Modal Akhir – Laba Bersih + Prive
A3.   Prive = Modal Awal + Laba Bersih – Modal Akhir
B1.   Modal Akhir = Modal Awal + Seluruh Pendapatan – Seluruh Beban –  Pajak - Prive
B2.   Modal Awal = Modal Akhir – Seluruh Pendapatan + Seluruh Beban + Pajak + Prive
B3.   Prive = Modal Awal + Seluruh Pendapatan – Seluruh Beban – Pajak - Modal Akhir
Rumus-Rumus Neraca
1.   Aktiva Lancar = Kas + Piutang + Perlengkapan + DDM
2.   Aktiva Tetap = (Mesin – Akum Peny. Mesin) + (Peraltan – Akum Peny. Peraltan) + (Gedung – Akum Peny Gedung) + (Kendaraan – Akum Peny. Kendaraan) + Tanah
3.   Total Aktiva/Harta = Jumlah Aktiva Lancar + Jumlah Aktiva Tetap
4.   Hutang Lancar = Utang usaha + utang Gaji + Utang listrik + Utang sewa + Utang wesel + Dll
5.   Hutang Jangka Panjang = Utang Bank + Utang Hipotik + Utang Obligasi
6.   Total Hutang = Jumlah Utang Lancar + Jumlah Utang Jangka Panjang
7.   Modal = Total Aktiva – Total Hutang
Rumus-Rumus dalam bentuk format laporan
1.   Laporan Laba Rugi
      Pendapatan Usaha                         Rp xx
      Beban Usaha                                    Rpxx _
            Laba /Rugi Usaha                                    Rpxx
      Pendapatan di Luar Usaha          Rpxx
      Beban di Luar Usaha                      Rpxx _
            Laba/Rugi di Luar Usaha                     Rpxx +
      Laba/Rugi Bersih Sebelum Pajak                Rpxx
      Pajak Penghasilan                                          Rpxx _
      Laba/Rugi Bersih Setelah Pajak                  Rpxx
2.   Laporan Perubahan Modal
      Modal Awal                                                  Rpxx
      Laba Bersih Setelah Pajak            Rpxx
      Prive                                            Rpxx _
      Penambahan Modal                                     Rpxx +
      Modal Akhir                                                 Rpxx
3.   Laporan Neraca
      Bentuk Staffel/Laporan:
     
      Aktiva
      Aktiva Lancar
      Kas                                                           Rpxx
      Piutang Usaha/Wesel/Dagang                     Rpxx
      Perlengkapan                                             Rpxx
      ......DDM                                                   Rpxx +
      Jumlah Aktiva Lancar                                           Rpxx
      Aktiva Tetap
      Peralatan                       Rpxx
      Akum Peny Peralatan    Rpxx _
                                                          Rpxx
      Mesin                             Rpxx
      Akum Peny Mesin          Rpxx _
                                                          Rpxx +
      Jumlah Aktiva Tetap                                               Rpxx +
      Total Aktiva                                                            Rpxx
      Pasiva
      Utang Lancar/Jangka Pendek
      Utang Usaha                                     Rpxx
      Utang Wesel                                     Rpxx
      Utang Gaji                                        Rpxx
      Dll                                                    Rpxx +
      Jumlah Utang Jangka Pendek                  Rpxx
      Utang Jangka Panjang
      Utang Bank                                      Rpxx
      Utang Hipotik                                   Rpxx
      Utang Obligasi                                  Rpxx +
      Jumlah Utang Jangka Panjang                  Rpxx +
      Jumlah Utang                                                        Rpxx
      Modal
      Modal............                                                           Rpxx +
      Total Pasiva                                                             Rpxx

Selasa, 25 Oktober 2016

BAB I Karya Wisata Observatorium Bosscha Draf- Bandung 2016

BAB I
Pendahuluan
1.1.       Latar Belakang
Perkembangan ilmu astronomi sudah cukup lama dikenal di Indonesia namun penelitian secara propesional baru di mulai pada tahun 1765 oleh John Maurits Mohr seorang pendeta Belanda kelahiran Jerman yang tertarik dengan astronomi untuk itu dia mendirikan observatorium di Batavia (kini kawasan Jakarta kota). Beberapa hasil penelitiannya telah dipublikasikan melalui media Philophical Transaction dan pada beberapa volume Verhandelingen  der Hall  Maatsch Te Haarlem pada tahun 1761 dan 1769 setelah Mohr kegiatan penelitian berhenti. Kegiatan penelitian astronomi mulai kembali di lakukan pada pertengahan abad ke-19 ketika astronomi dari Utrechi (Belanda) bernama JAC Oudemans, ditugaskan untuk menentukan posisi geografi lokasi-lokasi di Hindia Belanda dengan menggunakan pengamatan objek langit.
   Ide untuk mendirikan observatorium  di tanah Jawa dimulai setelah kedatangan J. Vote, seorang astronom dari dinas magnetik dan meteorologi Jakarta yang pernah bekerja sebagai astronom selama 5 tahun di observatorium  Cape Town, Afrika Selatan. Kedatangan Vote ini menarik perhatian K.A.R Bosscha dan R.A Kerhoven kemudian mengundang Vote ke Malabar untuk membicarakan kemungkinan mendirikan sebuh observatorium. Salah satu alasan pemelihan kawasan lembang sebagai lokasi tesebut adalah karnakondisi geologi yang stabil. Selain itu, lokasi observatorium di Indonesia (Hindia Belanda) menjadikannya sebagai salah satu observatorium yang mengamati belahan bumi selatan.
Kondisi geografis yang terletak pada titik koordinat  107 37’ BT dan 6 49’ LS  terdapat pada bumi belahan selatan dan merupakan lokasi  yang terdekat dengan khatulistiwa. Kondisi topografi terletak pada ketinggian 1300 M di atas permukaan laut dan 630 M di atas dataran tinggi Bandung. Kondisi meteorologi dengan  kecepatan angin rendah temperatur  minimun 16 C, maksimum 22 C. Cuaca umumnya cerah (150-180 malam/tahun). Keadaan geoglogi daerah hard rock dengan keadaan tanah stabil untuk menghindari terjadinya pergeseran kedudukan lensa.Hal tersebut  menjadi faktor utama lokasi yang tepat dan sesuai untuk didirikannya observatorium Bosscha.
   Penyerahan observatorium Bosscha dari Netherlands Indische Sterenkundige (NIS) pada Indonesia dilakukan tanggal 18 oktober 1951 oleh Prof. Albada. Sejak saat itu, observatorium Bosscha resmi di bawah penggelolaan Indonesia. Perkembangan astronomi menuntut penyediaan teropong baru, maka bekerja sama dengan Unisco  Rademakers  pemerintah RI dan berbagai pihak lainnya dibangun fasilitas baru yaitu teropong SCHMIDT , teropong ini diresmikan pada tanggal 28 mei 1960 oleh Unisco.
1.2.       Rumusan Masalah
1.3.       Tujuan  Penelitian
Untuk mengetahui lokasi Observatorium Bosscha dan  untuk mengetahui sejarah Observatorium Bosscha dan menambah pengetahuan siswa mengenai perangkat teknologi yang ada di sana. Siswa juga dapat meyelesaikan tugas yang diberikan mengenai persyaratan US/UN tahun 2016/2017, dengan kunjungan kesana mereka juga diharapkan memiliki wawasan yang mendalam mengenai Observatorium Bosscha.
1.4.       Manfaat Penelitian
Siswa mendapat pengalaman dalam hal cara pengoprasian teropong, serta bagaimana penelitian yang di lakukakan oleh para astronom. Siswa juga dapat melepaskan kepenatan dari segala aktifitas yang ada, jadi selain mereka berekreasi mereka juga mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, dengan melakukan kunjungan ini mereka dapat merasakan kenyamanan belajar yang langsung berintraksi dengan kehidupan nyata.




BAB II
METODELOGI
2.1.      Waktu Pelaksanaan
            Hari                 : Rabu
            Tanggal            : 3 Agustus 2016         
           
2.2.      Peta Lokasi

2.3.      Metode Yang Digunakan

2.4.      Analisis Data





BAB III
ISI / PENJELASAN
3.1.      Sejarah Singkat Observatorium Bosscha
Observatorium  Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Netherland Indische Sterrenkundiqe Vereniging (NISV) atau perhimpunan bintang Hindia Belanda.
Pada rapat pertama NISV, diputuskan akan dibangun sebuah observatorium di Indonesia demi memajukan ilmu astronomi di Hindia Belanda. Didalam rapat itulah, K.A.R. Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang.

Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R Bosscha dalam pembangunan observatorium ini maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini.pembangunan observatorium ini sendiri menghabiskan waktu kurang lebih lima tahun sejak tahun 1923-1928 publikasi internasional pertama observatorium Bosscha dilakukan pada tahun 1933. Namun kemudian observasi terpaksa dihentikan karena sedang berkecamuknya perang dunia ke-2.

Setelah perang usai, dilakukan renovasi besar-besaran pada observatorium ini karena kerusakan akibat perang hingga akhirnya observatorium dapat beroperasi dengan normal kembali.
Kemudian pada tanggal 17 oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah. Setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) berdiri pada tahun 1959, observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari RI dan sejak saat itu Bosscha di fungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal astronomi di Indonesia.
Direktur observatorium 1923 – 1940 : DR.Jawan Pulit.
1940-1942 : DR.Aernop Desert
1942-1946 : Prof. DR Masashi Miaji
1996-1949 :  Prof. DR J. Hinnes
1949-1958 : Prof. DR Galibruno Van Abada
1958-1959 : Prof. DR O.V. Hok dan Santoso Nitisastro (pejabat sementara)
1959-1968 : Prof. DR Depikntsihe
1968-1999 : Prof. DR Bambang Hidayat
1999-2004 : DR. Motzi Raharto
2004-2006 : DR. Dani Herdi Wijaya
2006-2010 : DR. Taufik Hidayat
2010-2012 : DR. Hakim Lutfi Malasan
2012 sampai sekarang : DR. Mahasena Putra.
3.2. Jenis Perangkat Teknologi yang ada di Observatorium Bosscha
Antara lain:
. Teropong bintang Zeiss
. Teleskop Bamberg
. Teleskop Schmidt Bimasakti
. GotoS
. Unitron
3.3.Teropong Bintang Zeiss
3.3.1. Pengertian teropong Zeiss
Teropong zeiss adalah teropong yang paling populer dikawasan observatorium bosscha. Rumah teropong ini dibanggun pada tahun1923, dan merupakan karya K.C.P W SCHOEMAKER yang pembangunanya mendapat bantuan dana dari K.A.R. BOSSCHA.
Fasilitas:
Kamar gelap, gedung peralatan, ruang kerja,. Merupakan rumah teropong terbesar yang terdapat pada kawasan. Lebih dikenal sebagai observatorium bosscha.
Demensi teropong:
Diameter lensa 60cm, titikapi 10,7m, dilengkapi dengan teropong pencari (diameter 40cm) kisi-kisi difraksi.
Fungsi teropong:
Menyelidik bintang ganda, mengamati bintang dan planet, menyelidiki gerak bintang dalam gugusan bintang.
3.3.2. Cara Pengoprasian Teropong Zeiss
+) Menentukan terlebih dahulu obyek yang akan di amati
+) Mengarahkan ujung teleskop pada obyek pengamatan
+) Konstruksi bangunan kubah dapat di buka selebar 3 meter dan kubah dapat di putar kesegala penjuru arah, di sesuaikan denganletak obyek pengamatan
+) Lantai teleskop dapat dinaikan dan diturunkan dengan daya listrik 10.000 watt, berfungsi untuk memudahkan pengamatan benda langit yang terlalu rendah ataupun benda langit yang cukup tinggi.

3.4.Jenis Pengamatan yang Telah dilakukan
    Setelah teropong Zeiss Besar selesai di bangun pada tahun 1928, penelitian yang berkaitan dengan ilmu astronomi mulai dilakukan secara lebih intensif. Jenis-jenis penelitian pada masa-masa awal ini lebih di fokuskan pada:
a.       Pengamatan Bintang Ganda
b.      Pengamatan Bintang Variabel
c.       Pengamatan Tata Surya tanpa matahari (astroid,komet,dll).
- Pengamatan astrometri untuk penelitian orbit bintang ganda visual,
- Pengamatan astrometri untuk penelitian gerak diri bintang dalam gugus bintang,
- Pengamatan astrometri untuk keperluan pengukuran paralaks bintang untuk penelitian jarak dan sistem kegandaan dari bintang-bintang yang berpasangan,
- Imaging, pengamatan citra detail komet terang, kawah permukaan bulan, oposisi pelanet mars, saturnus, dan yupiter.
3.5. Hasil dan Prestasi Observatorium Bosscha dalam Dunia Astronomi
3.5.1. Hasil yang pernah di dapat
Hasil yang pernah di dapat diantaranya adalah adanya koleksi sekitar 10.000 data pengamatan bintang ganda visual yang di peroleh dari pengamatan teleskop Zeiss.
3.5.2. Hasil yang sudah dilakukan dan prestasi yang pernah diraih
Dalam pengamatan benda angkasa, hasil yang pernah di dapat yang mendobrak ilmu pengetahuan adalah menemukan bentuk galaksi bima sakti yaitu bentuk nya bergelombang.
Dan hasil lainnya adalah:
- Mempublikasikan karya ilmiah tentang bintang ganda visual, struktur galaksi, dan bintang fariabel.
- Survai lengan galaksi bima sakti
- Penelitian bintang ganda
- Foto metri bintang variabel
- Pengamatan pelanet mars
- Pengamatan komet halley
- Kataktriks variabelkalisme
- Survai daerah pembentukan bintang.
3.6. Hasil Observasi di Ruang Multimedia
3.6.1    Ruang Multimedia
Ruang multimedia merupakan ruangan berkapasitas 100 orang yang sat ini terutama digunakan untuk menerima kunjungan publik. Ruang ini dilengkapi dengan sarana multimedia, sehingga selain digunakan sebagai tempat ceramah astronomi populer untuk pengunjung, ruang ini juga dapat dimanfaatkan untuk pemutaran film-fiilm/dokumentasi ilmiah. Rata-rata dalam haari kunjungan publik, ruang multimedia ini memberikan layanan sampai 600 orang.
Ruang multimedia ini dibangun padatahun 1934 dan sejak awal ditujukan untuk demonstrasi publik. Awalnya ruangan ini berisi alat-alat peraga ilmiah, peraga bola langit.miniatur teleskop, dan sebagainya.
Observatorium bosscha telah menerima kunjungan publik sejak tahun 1926. Namun sering dengan semakin banyaknya permintaan kunjungan, ruang ini dimodifikasi menjadi tempat penerimaan publik untuk penyampaian informasi astronomi. Dalam ruang ini terdapat patung perunggu K.A.R Bosscha, patung tersebut merupakan cinderamata dari Perhimpunan Astronomi Hindia Belanda pada Bosscha yang diserahkan saat penyerahan Teropong Zeiss tahun 1928. Ketika ruang multimedia selesai dibangun, patung ini dipasang secara permanen di gedung ini.

3.6.2    Observatorium Bosscha
Adalah salah satu lembaga penelitian dengan program-program sepesifik. Dilengkapi dengan fasilitas pendukung, observatorium ini merupakan pusat penelitian dan pengembangan ilmu astronomi di Indonesia. Sebagai bagian dari fakultas MIPA-ITB, observatorium bosscha memberikan layanan bagi pendidikan sarjana dan pasca sarjana di ITB, khususnya bagi program studi astronomi, FMIPA-ITB. Penelitian yang bersifat multi disiplin juga dilakukan di lembaga ini, misalnya di bidang optikal, tekhnik instrumentasi dan kontrol, pengolahan data digital dan lain-lain. Observatorium Bosscha berdiri pada tahun 1923. Observatorium Bosscha bukan hanya observatorium tertua di Indonesia, tetapi masih satu-satunya observatorium terbesar pertama di Indonesia. Yang dikelola oleh Institut dan mengemban tugas sebagai fasilitator dari penelitian dan pengembangan astronomi di Indonesia, mendukung pendidikan sarjana dan pasca sarjana astronomi di ITB, serta memiliki kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam program pengabdian masyarakat, melalui ceramah, diskusi, dan kunjungan terpandu ke fasilitas teropong untuk melihat objek-objek langit, masyarakat diperkenalkan pada keindahan sekaligus deskripsi ilmiah alam raya. Dengan ini, observatorium bosscha berperan sebagai lembaga ilmiah juga merupakan tempat bagi masyarakat untuk mengenal dan menghargai sains. Dalam terminologi ekonomi modern, observatorium bosscha berperan sebagai publik good.
Tahun 2004 observatorium bosscha dinyatakan sebagai benda cagar budaya oleh pemerintah. Karena itu keberadaan observatorium bossca dilindungi oleh undang-undang nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya tahun 2008 pemerintah menetapkan observatorium ini sebagai salah satu objek vital nasional yang harus diamankan sebagai homebase pemerintah bagi penelitian astronomi Indonesia





BAB IV
PENUTUP

4.1. kesimpulan
Dari uraian di atas maka kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
* Bosscha adalah obyek wisata yang perlu di jaga kebersihannya, dan dikembangkan baik dari segi fisik sarana dan prasarana, serta masih perlu di promosikan dengan jalan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas.
* Bosscha merupakan Observatorium terbesar se-Asia. Pembangunan bosscha bertujuan untuk lebih meningkatkan pendidikan khususnya di dunia astronomi dan pengetahuan.
4.2. Saran
Dari uraian di atas kami memberikan saran sebagai berikut:
* Kepada pengelola Bosscha agar lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada para pengunjung, menjaga Observatorium Bosscha dengan baik dan jangan membuat kerusakan.
* Kepada pengunjung agar tidak melakukan hal-hal yang mengakibatkan kerusakan pada benda-benda yang ada di dalam gedung Bosscha, tidak membuang sampah sembarangan karena Observstorium Bosscha merupakan tempat bersejarah yang perlu kita lestarikan keindahan dan kenyamanan nya.
* Kepada calon penulis selanjutnya jadikanlah karya ilmiah ini sebagai bahan pertimbangan pembuatan karya ilmiah dimasa yang akan datang.
 4.3. Penutup
Kami bersyukur berkat rahmat Allah SWT. kami dapat menyelesaikan karya ilmiah ini sebagai persyaratan untuk mengikuti UN/US di SMA MA’ARIF 4 LINGGA PURA Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah tahun 2016/2017.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dan keterbatasan kami dalam menyusun karya ilmiah ini. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, demi sempurna nya karya ilmiah di masa yang akan datang.
Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya ilmiah ini.
Di akhir kata  kami mengharapkan Ridho Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam bimbinganNya.

AMIN.........

Daftar Mine

Daftar My ...?

Nama    : Ahmad Muzamil, S.Pd
Tanggal : ............Desember 19...
Laki-laki

Pendidikan :
- SD   6 Tahun
- MTs  3Tahun
- SMA  3 Tahun
- S1     5 Tahun